0
Dikirim pada 17 April 2010 di

Al-Baqara: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (168) Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. (169)

Siapakah  Korun,  siapa sih yang belum dengar Korun atau Qarun yang biasa dibaca Korun/Qorun, sudah semestinya  hampir semua umat Islam sudah pernah mendengar  mengenai Qorun. Tetapi tidaklah salah bila daya ingat kita sering lupa dan sudah banyak lupa. Untuk itu akan sedikit  disinggung  hikayat Qorun, dari beberapa sumber yang di dapat bahwa: Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Awalnya Qorun adalah salah seorang pengikut Nabi Musa AS yang sangat taat beribadah. Karena sangat sibuk beribadah, Qorun tidak begitu peduli dengan masalah duniawi. Alhasil Qorun dan keluarganya hidup serba kekurangan. Namun, meski begitu Qorun termasuk ulama yang sangat disegani saat itu.

Sifat Qorun bila ditilik pada jaman sekarang sudah mulai banyak ditiru, sekarang banyak anak Adam yang mengaku seorang muslim dan percaya pada Nabi Muhammad SAW, dan melaksanakan sholat lima waktu, berhaji, dan beribadah lainnya. Tetapi itu sekedar memenuhi kewajiban sebagai makhluk Allah dalam kehidupannya (walallahu ‘alam bishawab). Qorun juga sama mempunyai seorang isteri yang bernama Ilza, dan kita pun memaklumi, biasanya sebagai mahluk Allah yang setatusnya sebagai perempuan atau yang disebut wanita rasa ingin mendapat perhatian dari suami atau yang lainnya itu tentu melekat yang sering disebut ada. Ilza pun demikian, selalu merasa tidak puas terhadap kekayaan, maklum Qorun saat itu melarat karena sibuk beribadah dan patuh pada Nabi Musa. Sekali waktu terjadi dialog Ilza pada Qorun “Suamiku, sepertinya aku mulai bosan hidup miskin. Kenapa kita harus hidup menderita seperti ini padahal kau taat beribadah?” rengek Ilza pada Qorun. “Istriku, kenapa kau membandingkan kesenangan duniawi dengan kesenangan bathin? Ibadah adalah untuk membuat hati kita tenang, bukan untuk mencari kekayaan,” jawab Qorun.  “Tapi aku juga ingin sekali-kali makan enak dan punya baju bagus seperti orang lain,” rengek Ilza. Qorun tertegun mendengar rengekan istrinya. “Maafkan aku istriku, aku tidak tahu kalau kau begitu menderita,” kata Qorun.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al-Baqaraa: 155)

Berikutnya apa yang terjadi, maklum kalau isteri yang disayang sudah merengek demikian sudah barang tentu tergugah hatinya, dan berputar otaknya, bagaimana caranya supaya isteriku berbahagia dengan harta melimpah. Dan inipun tidak jauh berbeda di jaman sekarang ini, biasanya seorang suami tidak mau isteri dan keturunannya hidup sengsara. Apalagi bila Qorun itu digambarkan sebagai pegawai negeri atau sebagai pegawai kecil, dan imannya tipis serta peluang untuk berbuat nakal ada, maka seperti hikayat Qorun selanjutnya.

Suatu hari datanglah dua orang pria ke rumah Qorun. Mereka mengaku utusan raja Gholan yang membawa hadiah berupa uang emas yang banyak. “Maaf, kenapa saya harus menerima hadiah dari raja Gholan? Saya tidak mengenalnya, dan tidak merasa pernah berbuat kebaikan padanya. Jadi maaf, saya tidak bisa menerima pemberiannya,” kata Qorun. “Oh, tentu saja anda sangat berjasa. Bukankah anda adalah ulama besar yang mengajarkan kebaikan disini? Lagipula raja kami juga memberikan hadiah yang sama untuk ulama lainnya kok!” bujuk kedua utusan itu. “Ah tetap saja saya tidak bisa menerima hadiah ini. Pasti ada maksud lain dari pemberian ini,” pikir Qorun. “Maaf saya tidak bisa menerima pemberian rajamu. Sampaikan saja rasa terima kasihku!” kata Qorun pasti. Ini awal klasik yang namanya iman itu dapat meningkat dapat menurun, bila sesorang imannya menurun, sedangkan isteri dan keluarga sedang merengek, dan beradu gengsi, maka tawaran tersebut tidak akan pernah ditolak. Waktu itu Qorun memang orang yang hebat dalam beribadah, yang namanya syaitan lebih suka menggoda manusia yang imannya baik dan tinggi, kalau yang imannya rendah mungkin kata syaitan “ngapain gua ngagoda yang lemah, pasti itu sahabatku, teatpi kalau yang kuatkan itu musuhku”, itulah janji syaitan. Riwayat singkat utusan datang lagi sebagai berikut:

Berkali-kali kedua utusan itu datang, namun selalu ditolak oleh Qorun. Akhirnya mereka memutuskan untuk datang saat Qorun tidak sedang berada di rumah dan menemui Ilza istri Qorun. “Ayolah nyonya, diterima saja hadiah ini. Nyonya bisa beli apapun yang nyonya mau,” bujuk mereka. “Benar juga,” pikir Ilza, “aku kan sudah lama ingin punya uang banyak.” Tapi dia lalu teringat suaminya yang tidak mau menerima hadiah itu. “Ah tapi saya juga takut nanti suamiku akan marah jika tahu aku menerima hadiah yang ditolaknya,” kata Ilza muram. “Nyonya jangan bilang dulu! Berikan saja suami nyonya masakan yang lezat. Dan nyonya juga harus berhias supaya suami nyonya terpesona. Maka suami nyonya dijamin tidak akan marah!” bujuknya. “Hmmmm, ada baiknya juga dicoba,” pikir Ilza. Maka dia menerima hadiah dari raja Gholan tersebut.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

(Al- Baqaraa:177)

Sudah jelas cerita ini tidak akan diteruskan karena semua meyakini, cerita berkutnya. Apa yang terjadi sahabat, syaitan itu lebih pandai dari manusia, dan otaknya juga encer tidak seperti manusia. Jelas sekali cerita Qorun walaupun sepenggal seperti di atas, bila kembali pada jaman sekarang siapapun manusia itu tergantung pada iman, kalau iman seseorang itu bagus, walaupun ada kesempatan untuk berpeluang berbuat dzalim, dan digoda rayuan syaitan dalam bentuk dan cara apapun tetap akan berpendirian tegas. Makanya kita harus balik mengingat waktu sekolah SD mungkin TK pernah diajarkan oleh seorang guru agama, walaupun pelajaran itu standar tetapi itu merupakan dasar yang harus tetap dipertahankan di dalam perilaku kita sebagai yang manusia yang beragama. Dasar utama sewaktu sekolah dulu disuruh menghafal rukun iman ada berapa, rukun islam da berapa. Wah pasti semua orang hafal akan hal tersebut. Tetapi tidak sedikit yang tidak tahu dan memahaminya, bahwa manusia hidup selalu di awasi oleh Allah SWT, walaupun itu niat di dalam hati baik jelek atau baik. Lihat sifat Qorun dijaman sekarang tidak jauh berbeda, mereka menghalalkan yang haram, mungkin juga lebih suka makan yang haram, maka tidak salah bencana satu kebencana yang lain saling silih berganti dan bencana itu juga berimbas pada anak Adam yang shaleh dan penuh keimanan, Cuma berbedanya bagi yang suka makan yang haram tidak suka beramal shaleh, maka pada hari akhir nanti balasannya berupa azab dari Allah yang sifatnya pasti, tetapi bagi yang suka beramal shaleh dan beriman dan hidup matinya hanya karena Allah SWT, maka surgalah balasannya. Semoga Allah memberi kekuatan iman pada kita......

Al-Baqaraa: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun". (156) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (157)

Tulisan malam Minggu April, 17, 2010



Dikirim pada 17 April 2010 di
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah DHARSONO H.R. ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 45.388 kali


connect with ABATASA